A1 MEDIA MAROS – Deru suara mesin miniatur berpadu dengan riuh sorak-sorai penonton yang memadati bantaran Empang di Dusun Kalupenrang, Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Pada Minggu, 23 Agustus 2026, kemeriahan tersebut menandai suksesnya penyelenggaraan Perlombaan Jolloro Mini Jalawaru Cup 2026. Event yang memadukan kreativitas, teknologi mikro, dan kearifan lokal ini berlangsung dengan sangat aman, tertib, dan lancar.
Tidak tanggung-tanggung, daya tarik perlombaan ini berhasil menyedot perhatian pecinta Jolloro Mini dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan. Tercatat, kurang lebih 300 peserta dari berbagai daerah di Sulsel turut ambil bagian, membawa miniatur perahu andalan mereka untuk beradu cepat dan ketangkasan di lintasan yang telah disiapkan panitia.

Sinergi dan Kerja Sama yang Solid
Kesuksesan acara berskala regional ini tidak lepas dari kerja keras panitia pelaksana serta dukungan penuh dari berbagai instansi. Ketua Panitia Jalawaru Cup 2026, Irwan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas terselenggaranya acara ini tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Inilah buah dari kerja sama panitia yang sangat kompak dalam menyukseskan kegiatan Lomba Jolloro Mini Jalawaru Cup 2026 ini. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah setempat, pihak BAZNAS Maros, Koperindag Maros, serta Polres Maros atas dukungan luar biasa yang diberikan dalam kegiatan ini,” ujar Irwan dengan nada bangga.
Irwan berharap, kesuksesan tahun ini dapat menjadi batu loncatan agar perlombaan Jolloro Mini dapat masuk ke dalam kalender event tahunan yang lebih besar di Kabupaten Maros.
“Selain sebagai sarana hiburan bagi masyarakat, Lomba Jolloro Mini ini diharapkan mampu memupuk rasa bangga generasi muda terhadap identitas daerahnya sebagai masyarakat pesisir yang inovatif, kreatif, dan kompak,” tambahnya.
Senada dengan Irwan, Burhan, S.Pi, selaku Penanggung Jawab Lomba Jolloro Mini Jalawaru Cup 2026, juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi multi-sektor adalah kunci utama di balik kesuksesan acara ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS, Koperindag, dan Polres Maros atas dukungannya yang konsisten sepanjang kegiatan berlangsung. Tak kalah penting, apresiasi dan support luar biasa dari seluruh masyarakat Dusun Kalupenrang yang telah menyambut hangat para peserta dan penonton, sehingga suasana perlombaan terasa begitu bersahabat,” tutur Burhan.
Jolloro: Dari Transportasi Pesisir Menuju Karya Inovasi
Bagi masyarakat Kabupaten Maros, khususnya di wilayah pesisir seperti Kecamatan Bontoa, Jolloro (perahu kayu tradisional bermesin) bukan sekadar alat transportasi air biasa. Jolloro adalah urat nadi perekonomian, simbol ketangguhan, dan identitas kultural masyarakat nelayan.
Melalui tangan-tangan kreatif pemuda Desa Minasa Upa, fungsi Jolloro berhasil diadopsi ke dalam bentuk miniatur yang dinamis. Jolloro Mini ini tidak hanya sekadar mainan, melainkan sebuah karya seni dan teknik mikro yang menuntut ketelitian. Event Jalawaru Cup 2026 membuktikan bahwa kearifan lokal tidak akan usang digerus zaman, melainkan terus lestari dan berkembang melalui inovasi positif generasi muda.
Menjaga Harmoni dan Persaudaraan
Meskipun persaingan di lintasan air berlangsung sengit demi memperebutkan gelar juara, atmosfer persaudaraan tetap menjadi pemenang utama di akhir hari. Sorak gembira dan jabat erat antar-peserta yang berasal dari berbagai kabupaten di Sulsel mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Bugis-Makassar.
Dengan berakhirnya perlombaan ini, semangat kebersamaan yang telah tercipta diharapkan tidak memudar. Event ini diharapkan meninggalkan warisan sosial yang positif, menjadikan Dusun Kalupenrang sebagai contoh dusun yang tidak hanya tangguh secara ekonomi, tetapi juga harmonis, rukun, dan konsisten dalam menjaga tradisi serta mempererat tali persaudaraan hingga masa-masa yang akan datang.

