MAROS – Upaya penertiban administrasi kependudukan bagi anak usia sekolah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Maros melalui kegiatan SITANDUK (Aksi Penertiban Administrasi Kependudukan).
Dalam kegiatan tersebut, SD Quratu Ayun menjadi sekolah pertama di Kabupaten Maros yang melaksanakan fasilitasi Kartu Identitas Anak (KIA) bagi para peserta didiknya. Tercatat sekitar 500 anak mendapatkan layanan KIA dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin langsung oleh Kabid Pendaftaran Penduduk, Andi Satriawan Anwar, SE. SITANDUK menyasar sejumlah sekolah di Kabupaten Maros sebagai bagian dari upaya memberikan kelengkapan dokumen administrasi kependudukan kepada anak-anak.
Andi Satriawan Anwar menjelaskan, kepemilikan KIA merupakan bagian penting dari administrasi kependudukan anak. Setiap warga negara perlu memiliki identitas kependudukan sejak lahir sebagai bagian dari tertib administrasi.
“Identitas kependudukan sangat penting bagi anak. Karena itu, kami terus mendorong agar anak-anak di Kabupaten Maros memiliki dokumen administrasi kependudukan yang lengkap,” ujarnya.
Kegiatan di SD Quratu Ayun mendapat sambutan dari para siswa. Dalam dokumentasi kegiatan, para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan sambil menunjukkan KIA yang telah diterima.
Menurut Andi Satriawan Anwar, kegiatan SITANDUK akan terus menyasar sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Maros. Pihaknya berharap sekolah dapat ikut membantu memfasilitasi siswa dan siswinya dalam memperoleh KIA.
“Kami berharap seluruh sekolah di Kabupaten Maros segera membantu memfasilitasi siswa-siswinya untuk mendapatkan KIA. Semoga pada tahun 2026 seluruh warga Kabupaten Maros sudah lengkap dokumen administrasi kependudukannya,” harapnya.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan sekaligus mempercepat terwujudnya tertib administrasi kependudukan di Kabupaten Maros
Kegiatan di SD Quratu Ayun pun berlangsung dengan antusias. Para siswa terlihat mengikuti kegiatan bersama pihak sekolah dan menunjukkan KIA mereka sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran administrasi kependudukan sejak usia dini.

