MAROS— Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Maros mengapresiasi arahan Bupati Maros Chaidir Syam yang menekankan agar pelajar tidak menonton film di bioskop pada saat jam sekolah.
Arahan tersebut disampaikan Bupati Chaidir Syam saat menghadiri peresmian Cinema XXI pertama di Kabupaten Maros yang berlokasi di Grand Mall Maros, Jumat (2/10/2026).

Kehadiran Grand Mall Maros XXI menjadi salah satu fasilitas hiburan baru bagi masyarakat. Bioskop tersebut mulai beroperasi dengan empat studio dan kapasitas lebih dari 700 kursi. Selain memberikan pilihan hiburan bagi masyarakat, kehadiran XXI juga disebut membuka peluang kerja bagi warga lokal.
Bupati Maros Chaidir Syam menyambut positif hadirnya bioskop tersebut. Ia berharap masyarakat dapat menikmati film-film yang berkualitas, edukatif, serta telah melalui proses sensor sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, di tengah hadirnya fasilitas hiburan baru tersebut, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap pelajar. Ia menegaskan pentingnya memastikan anak-anak sekolah tidak meninggalkan proses pembelajaran hanya untuk menonton film di bioskop.
Menurut Chaidir, pengaturan jam operasional menjadi salah satu langkah untuk mencegah siswa menonton pada jam belajar. Pemutaran film pertama di Grand Mall Maros XXI disebut dimulai sekitar pukul 12.00 Wita sehingga diharapkan dapat membantu melindungi waktu belajar siswa.
Ketua SMSI Maros Harmin Thomaru, MM, menyampaikan apresiasi terhadap sikap Bupati Maros tersebut. Menurutnya, perkembangan fasilitas hiburan di daerah harus tetap berjalan seiring dengan perhatian terhadap pendidikan dan kedisiplinan pelajar.
“SMSI Maros mengapresiasi arahan Bapak Bupati Maros yang menegaskan agar anak-anak sekolah tidak menonton bioskop pada jam sekolah. Kehadiran bioskop tentu menjadi bagian dari perkembangan daerah, tetapi pendidikan anak-anak tetap harus menjadi perhatian bersama,” ujar Harmin.
Ia menilai pesan tersebut penting karena keberadaan bioskop di Maros memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan hiburan tanpa harus bepergian ke daerah lain. Di sisi lain, kemudahan tersebut perlu disertai kesadaran orang tua, sekolah, pengelola bioskop dan masyarakat agar fasilitas hiburan tidak mengganggu kewajiban pelajar mengikuti proses pembelajaran.
SMSI Maros juga mengajak orang tua untuk ikut mengawasi aktivitas anak-anak di luar sekolah. Pengawasan keluarga dinilai penting agar waktu belajar, kegiatan sekolah, dan aktivitas positif lainnya tetap menjadi prioritas.
“Anak-anak adalah generasi penerus. Mereka harus diberikan ruang untuk menikmati hiburan, tetapi tentu pada waktu yang tepat. Jangan sampai fasilitas hiburan justru membuat mereka meninggalkan sekolah,” lanjutnya.
Dorong Hiburan Sehat dan Edukatif
SMSI Maros juga menyambut harapan Bupati Chaidir Syam agar kehadiran Cinema XXI tidak sekadar menjadi tempat hiburan, tetapi juga dapat menghadirkan tontonan yang berkualitas dan edukatif.
Bupati sebelumnya menyampaikan bahwa film-film yang ditayangkan diharapkan merupakan film yang telah lolos sensor dan dapat memberikan hiburan yang nyaman bagi masyarakat.
SMSI Maros menilai keberadaan bioskop dapat menjadi bagian dari perkembangan ekonomi dan sosial Kabupaten Maros. Terlebih, pihak Cinema XXI menyatakan sebagian besar sumber daya manusia yang bekerja di Grand Mall Maros XXI merupakan warga Maros, kecuali posisi tertentu yang membutuhkan proses transfer pengetahuan.
Dengan demikian, kehadiran bioskop tidak hanya memberikan alternatif hiburan, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
SMSI Maros berharap seluruh pihak dapat menjaga keseimbangan antara perkembangan ekonomi, hiburan, pendidikan, dan perlindungan terhadap anak.
“Kami berharap kehadiran XXI memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan daerah. Tetapi untuk anak-anak sekolah, mari kita bersama-sama memastikan mereka tetap berada di sekolah pada jam belajar dan memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan yang positif,” tutup Harmin Thomaru.
Dengan beroperasinya Grand Mall Maros XXI, masyarakat Maros kini memiliki akses terhadap fasilitas bioskop di daerah sendiri. Pemerintah daerah berharap kehadiran fasilitas tersebut turut memberikan dampak terhadap perekonomian, sementara pengawasan terhadap pelajar tetap menjadi perhatian bersama.

