A1 MEDIA BULUKUMBA – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bulan Suci Ramadhan menjadi sorotan sejumlah mahasiswa. Salah satunya datang dari Fajrin Sultan, Mahasiswa Hukum Universitas Handayani Makassar.
Fajrin menilai bahwa beberapa menu MBG yang disajikan tidak sepadan dengan anggaran per porsi yang telah ditetapkan.
“Banyak menu yang dinilai tidak sepadan dengan anggaran per porsi,” tegas Fajrin Sultan.
Menurutnya, di bulan suci Ramadhan, kualitas dan kuantitas menu seharusnya lebih diperhatikan karena berkaitan langsung dengan kebutuhan gizi penerima manfaat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Ia juga mendesak agar dilakukan audit secara menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran dan realisasi menu MBG, mengingat banyaknya protes serta dugaan ketidaksesuaian antara anggaran dan menu yang disajikan.
“Seharusnya menu MBG di Bulan Suci Ramadhan diaudit secara menyeluruh karena menuai banyak protes dan dugaan ketidaksesuaian antara menu dan anggaran setiap porsi,” lanjutnya.
Fajrin juga secara khusus menyoroti peran SPPG dalam pengelolaan program tersebut. Ia meminta agar pihak yang terbukti melakukan mark up anggaran maupun ketidaksesuaian menu segera diaudit dan ditindak tegas.
“Kami meminta SPPG yang melakukan mark up anggaran dan ketidaksesuaian menu setiap porsi agar segera diaudit. Jika terbukti melanggar, harus ditutup,” tambah Fajrin Sultan.
Sorotan ini secara khusus ditujukan kepada seluruh dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Bulukumba, agar pengelolaan program berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mahasiswa berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret guna memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya selama Bulan Suci Ramadhan











