MAROS A1 MEDIA – Kesadaran akan kelestarian lingkungan kini dapat berpadu dengan kreativitas pariwisata. Hal inilah yang dibuktikan oleh Putri Alivia, seorang mahasiswa jurusan Pariwisata yang tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) individu di Desa Minasa Upa. Melalui inovasi bertajuk “Peningkatan Daya Tarik Wisata Berbasis Lingkungan,” Putri berhasil menyulap tepian Sungai Ujung menjadi destinasi yang lebih estetik menggunakan media ecobrick.
Pelaksanaan program kerja ini berlangsung secara intensif selama dua pekan di awal Februari 2026. Fokus utama kegiatan adalah di area bantaran Sungai Ujung, sebuah lokasi yang memiliki potensi alam asri namun sebelumnya kurang mendapat sentuhan dekoratif. Putri menginisiasi pembuatan instalasi spot foto yang seluruh material utamanya berasal dari sampah plastik kering yang dipadatkan ke dalam botol bekas, atau yang dikenal sebagai ecobrick.
Alasan di balik pemilihan program ini adalah keprihatinan Putri terhadap volume sampah plastik di sekitar pemukiman. Sebagai mahasiswa pariwisata, ia melihat peluang untuk mengubah ancaman lingkungan menjadi aset visual. Dengan menyusun ratusan botol ecobrick menjadi kursi taman dekoratif dan gapura mini yang berwarna-warni, area Sungai Ujung kini memiliki daya tarik baru yang sangat instagramable bagi warga lokal maupun pengunjung dari luar desa.
Proses pengerjaan diawali dengan sosialisasi kepada warga mengenai cara pembuatan ecobrick yang benar, diikuti dengan tahap pengumpulan bahan, hingga proses perakitan di lokasi. Putri bekerja sama dengan pemuda setempat untuk memastikan konstruksi spot foto tersebut kokoh dan tahan cuaca.
Apresiasi dari Pemerintah Desa
Kehadiran inovasi ini mendapat sambutan hangat dari jajaran Pemerintah Desa Minasa Upa. Dalam peresmian spot foto tersebut di kantor desa, Bapak Rusman, S.Sos., selaku Kepala Desa Minasa Upa, menyatakan rasa bangganya terhadap inisiatif mahasiswa KKN ini.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dijalankan oleh Putri Alivia ini, karena tidak hanya mempercantik wajah desa kami, tetapi juga memberikan edukasi nyata bagi warga bahwa sampah plastik jika dikelola dengan kreatif bisa memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi,” ujar Bapak Rusman, S.Sos.
Dengan adanya spot foto ecobrick ini, diharapkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan Sungai Ujung semakin meningkat. Program ini menjadi bukti nyata bahwa langkah kecil dalam pengelolaan limbah dapat berdampak besar bagi pengembangan potensi pariwisata desa secara berkelanjutan.











