A1 MEDIA MAROS – Siang Hari Yang Cerah dengan Angin sepoi-sepoi menyapa bendera Merah Putih berkibar gagah di halaman Kantor Desa Minasa Upa. Di dalam aula, suasana jauh dari dinginnya udara luar. Sebuah kehangatan yang lahir dari kebersamaan dan tekad memenuhi ruangan, menciptakan atmosfer yang sungguh khidmat. Inilah Selasa, 13 Januari 2026, hari yang ditakdirkan sebagai tonggak penentu arah masa depan Desa Minasa Upa, dengan dimulainya Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) untuk Tahun Anggaran 2027.
Aula tersebut menjadi sebuah mikrokosmo dari seluruh elemen pembangun desa. Sebuah kaledoskop kekuatan yang hadir dengan satu tujuan: memetakan jalan Minasa Upa menuju kemajuan. Tak hanya warga biasa, forum ini dihuni oleh para garda terdepan. Dari pemerintah kecamatan, hadir Camat Bontoa, Baso, S.E., M.Si., didampingi Sekretaris Camat Bontoa, H. Maing, S.IP., beserta Kasi Trantibun. Mereka bukan hanya hadir sebagai pengawas, melainkan sebagai mitra sejati. Di sisi lain, suara desa menggelegar lewat kehadiran Pendamping Lokal Desa, Ketua BPD Minasa Upa beserta jajaran, Lalu ada para pahlawan di lapangan: Bhabinkamtibmas yang menjaga ketertiban, Bidan Desa yang merawat kesehatan, hingga perwakilan dari BUMDes, KOPDES, Penyuluh Perikanan, Karang Taruna, Bardik, Kader PKK, Posyandu, dan Koordinator Puskesos. Mereka semua adalah nyawa dari organisasi kemasyarakatan yang siap menyuarakan aspirasi konstituennya.
Kepala Desa Rusman, S.Sos., memulai sesi dengan semangat yang membara. Dengan suara lantang namun penuh kehangatan, ia mengajak seluruh yang hadir untuk melontarkan usulan tanpa ragu-ragu. “Tahun anggaran 2027 adalah kanvas kita bersama. Mari kita coretkan dengan sebanyak-banyaknya ide, sebanyak-banyaknya gagasan, untuk kemajuan Minasa Upa yang kita cintai,” ujarnya, memecah keheningan dengan antusiasme.
Ia tak hanya berbicara soal angka dan proyek. Rusman menyinggung soal jiwa pembangunan itu sendiri: ketertiban dan rasa memiliki. “Mari kita jaga desa kita ini, mulai dari hal yang terkecil. Hewan ternak kita harus dijaga dengan seksama, jangan sampai mengganggu kenyamanan bersama. Pembangunan bukan hanya bangunan fisik, tapi juga pembangunan karakter dan ketertiban umum,” pesannya, yang disambut anggukan setuju dari para hadirin.
Lebih lanjut, ia membuka pintu harapan seluas-luasnya. “Setiap aspirasi yang kita usulkan adalah berharga. Jika ada usulan yang memang tidak bisa diakomodir anggaran desa, jangan berkecil hati. Kita akan bawa suara ini ke Musrenbang Kecamatan. Kita semua akan mengawalnya bersama, sampai suara ini menjadi nyata.”
Gema semangat itu diperkuat oleh Camat Bontoa, Baso, S.E., M.Si. Di hadapan seluruh elemen masyarakat, ia mengulurkan tangan dukungan penuh dari pemerintah kecamatan. “Apa pun yang diusulkan oleh masyarakat Desa Minasa Upa adalah prioritas kami. Kami akan mendukung dengan segala upaya, memfasilitasi, dan memperjuangkannya di tingkat yang lebih tinggi. Ini adalah momentum yang luar biasa, sebuah panggung demokrasi di mana setiap suara, tak sekecil apa pun, memiliki nilai setara.”
Ia melanjutkan, “Inilah kesempatan emas kita. Banyak program aspirasi yang mungkin belum sempat terealisasi tahun ini, mari kita kembali suarakan. Semoga di tahun 2027, mimpi-mimpi kita bersama bisa menjadi kenyataan. Dan di tengah situasi yang menuntut efisiensi seperti sekarang, mari kita jaga kebersihan lingkungan dan dukung setiap program dengan kreativitas dan kebersamaan.”
Acara bukanlah sekadar seremonial. Ini adalah jantung demokrasi yang berdetak di tingkat akar rumput. Di antara cangkir kopi hangat dan catatan-catatan di secarik kertas, terbayang gambaran masa depan. Jalan yang mulus, drainase yang lancer, ekonomi warga yang sejahtera, anak-anak yang cerdas, dan lingkungan yang hijau. Setiap usulan, dari penambahan lampu jalan hingga program pemberdayaan perempuan, adalah benih yang ditanam hari ini, untuk dituai kemudian di masa depan.
Ketika pertemuan usai, sinar matahari siang mulai menerobas jendela aula, seolah memberi berkah atas segala kesepakatan yang telah dibicarakan. Para undangan mulai bergegas pergi, bukan dengan tangan hampa, melainkan dengan beban harapan dan tekad di bahu. Musrenbang Desa Minasa Upa 2027 telah usai, namun babak baru perjalanan kolektif menuju desa yang lebih maju, mandiri, dan berbudaya baru saja dimulai. Langkah pertama telah diambil, dengan pondasi yang kokoh dari partisipasi dan aspirasi seluruh anak bangsa Minasa Upa.











