MAROS A1 MEDIA – Pemanfaatan potensi lokal menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi pedesaan. Di Desa Minasa Upa, sebuah langkah inovatif baru saja diambil melalui pelaksanaan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) individu yang fokus pada hilirisasi produk kelautan. Program ini bertajuk “Peningkatan Nilai Ekonomi: Pengolahan Rumput Laut Gracilaria Menjadi Tepung Rumput Laut”.
Program ini merupakan pendampingan teknis mengenai pengolahan pasca-panen rumput laut jenis Gracilaria. Fokus utamanya adalah mengubah bahan baku mentah yang biasanya dijual dengan harga murah menjadi tepung rumput laut yang memiliki masa simpan lebih lama dan nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasar industri pangan.
Kegiatan ini diinisiasi oleh salah satu mahasiswa KKN individu (Gabriel ariel Yusran) dan diikuti dengan antusias oleh warga dari dua dusun setempat, yaitu Dusun Bua Mata dan Dusun Sikappaya. Peserta mayoritas terdiri dari kelompok ibu-ibu PKK dan para nelayan pembudidaya rumput laut yang ingin meningkatkan taraf hidup keluarga. Juga pelaksanaan ini akan dilaksanakan dua kali, dimana pertemuan keduanya di dusun sebelah yaitu Dusun Cambayya, Pappaka dan Kalupenrang.
Pelatihan dan demonstrasi pengolahan dipusatkan di Ruamah Pak Desa Minasa Upa. Lokasi ini dipilih agar warga dari Dusun Bua Mata dan Dusun Sikappaya dapat mengakses tempat kegiatan dengan mudah dan berinteraksi secara kolektif. Program kerja ini dilaksanakan pada Kamis 22 Januari 2026
Desa Minasa Upa memiliki hasil laut Gracilaria yang melimpah, namun selama ini masyarakat hanya menjualnya dalam bentuk kering asalan kepada pengepul dengan harga rendah. Pengolahan menjadi tepung dilakukan untuk memutus rantai ketergantungan pada harga pasar mentah dan memberikan alternatif produk olahan yang bisa digunakan sebagai bahan baku agar-agar atau pengental makanan.
Proses dimulai dengan pemilihan rumput laut berkualitas, pencucian berulang menggunakan air bersih untuk menghilangkan kadar garam dan kotoran, hingga proses pemutihan alami. Setelah kering sempurna, rumput laut digiling menggunakan mesin penepung sederhana dan dikemas dalam wadah kedap udara yang menarik.
Kehadiran program ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. Pak Desa Minasa Upa melihat adanya peluang besar bagi kemandirian ekonomi warganya melalui inovasi ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan:
“Saya sangat mengapresiasi inovasi ini karena selama ini warga Dusun Bua Mata dan Sikappaya hanya menjual rumput laut apa adanya. Dengan adanya pelatihan menjadi tepung ini, harapan saya masyarakat tidak lagi bergantung pada tengkulak, tetapi bisa mulai memproduksi produk jadi yang memiliki harga jauh lebih layak.”
Melalui program KKN ini, diharapkan masyarakat Desa Minasa Upa, khususnya di kedua dusun tersebut, mampu melanjutkan produksi secara mandiri dan membentuk unit usaha mikro yang kompetitif di masa depan.











