MAKASSAR, A1 MEDIA — Aliansi Pemerhati Pendidikan Sulawesi Selatan kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid 2 di depan Kejaksaan Tinggi Sulsel dan Mapolda Sulawesi Selatan, sebagai bentuk protes keras terhadap dugaan praktik pungli dan penyimpangan anggaran di lingkungan PPG Universitas Negeri Makassar (UNM).
Erwin, Jendral Lapangan Aliansi Pemerhati Pendidikan Sulsel, dengan tegas menyatakan bahwa aksi lanjutan ini merupakan bentuk komitmen moral untuk terus mengawal aduan resmi yang telah mereka layangkan ke Kejati Sulsel dan Polda Sul-Sel atas dugaan pungutan liar pada biaya paket wisuda, ramah tamah, dan perangkat wisuda PPG UNM.
“Biaya yang dibebankan kepada mahasiswa PPG sebesar Rp900.000 per orang itu tidak transparan, tidak berdasarkan SK Rektor dan regulasi dari kementrian dan yang paling parah, dana tidak disetor ke rekening resmi institusi melainkan ke rekening atas nama alumni. Ini indikasi kuat pelanggaran serius,” tegas Erwin dalam keterangannya.
Aliansi juga membeberkan bahwa harga pasar perangkat wisuda seperti map, sleber, syal, dan foto momen wisuda jauh lebih murah dari yang dibebankan. Selisih harga yang mencolok ini memunculkan dugaan mark up dan penyalahgunaan wewenang oleh oknum yang terlibat dalam kepanitiaan maupun pengelolaan dana kegiatan PPG UNM.
“Ini bukan hanya soal pungutan yang membebani mahasiswa, tapi menyangkut integritas institusi pendidikan yang dijadikan ladang bancakan oleh oknum tak bertanggung jawab. Ini bukan lagi pelanggaran administratif, tapi sudah masuk ke ranah pidana – korupsi!” tambahnya.
Lebih lanjut, Aliansi juga menyeret dugaan korupsi dalam proyek revitalisasi UNM senilai Rp87 miliar yang bersumber dari anggaran Percepatan Reformasi Perguruan Tinggi Kemendikbudristek. Proyek tersebut kini menjadi sorotan tajam karena diduga sarat dengan penyimpangan dan manipulasi pelaksanaan.
“Hari ini, integritas aparat penegak hukum Sulsel sedang diuji! Kami menuntut agar Kejati dan Polda Sulsel segera membuka dan menuntaskan penyelidikan dua kasus besar ini – pungli PPG UNM dan korupsi revitalisasi UNM 87 M! Jangan biarkan pendidikan ternoda oleh kerakusan!” pungkas Erwin.
Aliansi menyebut bahwa langkah mereka adalah bagian dari gerakan moral untuk membersihkan dunia pendidikan dari praktik kotor dan memalukan, serta memastikan bahwa kampus sebagai laboratorium peradaban tetap suci dan bebas dari praktik koruptif.
Mereka menegaskan, jika tuntutan ini tidak direspons, maka aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar akan terus dilakukan hingga titik terang keadilan ditemukan.











