Close Menu
Asatu Media
  • HOME
  • NEWS
  • INFO DESA
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • EKOBIS
  • INFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • OPINI
  • TNI POLRI

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

PUANG ESA MULAI LANGKAH MENUJU KURSI KETUA GOLKAR MAROS

Oktober 23, 2026

Bongkar Praktik Mafia Tanah Perumahan AMBANI, Lembaga Aliansi Indonesia Kecam Aksi Premanisme Korporasi PT Patiarase Putra Property

Oktober 23, 2026

PWI Sulsel Tetapkan Plt Ketua di Empat Kabupaten untuk Jaga Roda Organisasi

Oktober 21, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • PUANG ESA MULAI LANGKAH MENUJU KURSI KETUA GOLKAR MAROS
  • Bongkar Praktik Mafia Tanah Perumahan AMBANI, Lembaga Aliansi Indonesia Kecam Aksi Premanisme Korporasi PT Patiarase Putra Property
  • PWI Sulsel Tetapkan Plt Ketua di Empat Kabupaten untuk Jaga Roda Organisasi
  • Peternak Ayam di Kec.Bontoa Maros Diciduk Polisi Terkait Jaringan Sabu
  • DPRD Gowa Segera Proses Pengangkatan Darmawangsyah Muin Jadi Bupati Definitif
  • Golkar Maros Rampungkan Tahapan Musda XI, Pendaftaran Calon Ketua Dibuka 23 Oktober
  • HNSI Maros MUSCAB, Kadis Perikanan Maros semoga ini bisa menjawab Kelangkaan BBM Solar Bagi Nelayan
  • TP-PKK Maros Kunker ke Parepare, Perkuat Silaturahmi dan Sinergi Program
Facebook X (Twitter) Instagram
Asatu MediaAsatu Media
  • HOME
  • NEWS
  • INFO DESA
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • EKOBIS
  • INFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • OPINI
  • TNI POLRI
Asatu Media
  • HOME
  • NEWS
  • INFO DESA
  • NASIONAL
  • PEMERINTAHAN
  • DAERAH
  • EKOBIS
  • INFRASTRUKTUR
  • KRIMINAL
  • OPINI
  • TNI POLRI
Home»OPINI»Kapan Berhenti Jadi Wartawan?
OPINI

Kapan Berhenti Jadi Wartawan?

By Februari 20, 2025
WhatsApp Facebook Copy Link Email
Share
Facebook WhatsApp Twitter Email

A1 MEDIA –  Di kantin sebuah perusahaan media di Jakarta, suasana terasa muram. Para wartawan muda duduk melingkar, menyeruput kopi yang lebih banyak rasa pahitnya daripada manisnya. Di tengah-tengah mereka, duduklah Paklik Isnogud yang terkenal dengan gaya sinis dan kata-kata yang tajam.

Paklik menghela napas panjang, seperti seorang kapten kapal tua yang melihat kapalnya perlahan tenggelam di tengah badai.

Baca Juga:Jurnalisme di Tahun 2025: Harapan Baru untuk Para Penjaga Kebenaran

“Kalian tahu,” katanya sambil mengetuk meja dengan jarinya, “industri media sekarang ini seperti warung kopi pinggir jalan yang tiba-tiba harus bersaing dengan Starbucks dan robot barista. Kalian berusaha jual cerita, tapi AI dan algoritma sudah bikin berita jadi seperti mie instan—cepat, murah, tapi hambar.”

Seorang wartawan muda memberanikan diri bertanya, “Jadi apa yang harus kami lakukan, Paklik? Bertahan atau beradaptasi?”

Baca Juga:Tantangan Zaman : Paradoks Media Digital

Paklik tertawa kecil, getir. “Bertahan? Adaptasi? Itu seperti mencoba menambal perahu bocor dengan daun pisang di tengah tsunami. Lihat saja apa yang terjadi sekarang. Media konvensional kehilangan pendapatan iklan karena Google dan Facebook menyikat semuanya. AI mulai menggantikan pekerjaan kita—dari menulis berita sampai menganalisis data pembaca. Dan jangan lupa geopolitik! Dunia ini makin kacau; ekonomi kita terombang-ambing seperti layangan putus di musim hujan.”

Ia melanjutkan sambil menunjuk ke arah jendela, seolah-olah menunjuk ke dunia luar yang penuh ketidakpastian. “Kalian tahu apa yang dilakukan pemerintah? Mereka sedang berakrobat demi efisiensi anggaran belanjanya. Sementara itu, media kita berharap pada regulasi untuk berbagi kue pendapatan dengan raksasa teknologi asing. Tapi itu seperti berharap tikus bisa melawan gajah hanya karena ada aturan baru.”

Para wartawan muda diam, merenung dalam keheningan yang berat. Paklik mengangkat cangkir kopinya dan berkata dengan nada sinis, “Saran saya? Cari pekerjaan lain. Dunia ini tidak lagi butuh penulis berita; mereka butuh penghibur atau pedagang data. Kalau kalian tetap ingin jadi jurnalis, siapkan diri untuk jadi dinosaurus terakhir di zaman es digital ini.”

Salah satu dari mereka mencoba mengajukan argumen. “Tapi Paklik, bukankah inovasi bisa menyelamatkan kita? Seperti membuat konten multimedia atau menggunakan AI untuk mendukung pekerjaan kita?”

Paklik tersenyum tipis, sinis seperti biasa. “Inovasi? Itu hanya kata lain untuk ‘berjuang lebih keras agar tetap tenggelam lebih lambat.’ AI bukan alat bantu; ia adalah predator baru di rantai makanan industri ini. Dan kalian adalah mangsanya.”

Kantin itu kembali sunyi setelah kata-kata Paklik Isnogud menggema di udara. Para wartawan muda itu saling pandang, sebagian merasa tertantang, sebagian lagi merasa hancur.

Di luar jendela kantin, Jakarta terus bergerak—sebuah kota yang tak pernah tidur, meski mimpi-mimpi sebagian penghuninya mulai memudar di bawah bayang-bayang disrupsi zaman.

Oleh : Wicaksono Ndoro Kakung

Share. WhatsApp Facebook Twitter Email Telegram

Berita Terkait

Opini: KHITTAH NU DAN MASA DEPAN NU, Menimbang Kembali Arah Perjuangan Nadhlatul Ulama di Tengah Penentuan Kepemimpinan!

Agustus 29, 2026

81 Tahun Indonesia Merdeka: Ketika Seremonial Harus Berubah Menjadi Refleksi dan Keberpihakan kepada Rakyat

Agustus 17, 2026

Daerah Aliran Sungai dan Bangunan Padat Penduduk: Antara Kebutuhan Hidup dan Ancaman Pencemaran

Desember 27, 2025
Top Posts

Puluhan Pedagang UMKM Jalbar Mamminasata Akan Di Tertibkan, Adhy Baskoro: Kami Butuh Dibina, Bukan Dibinasakan!

September 7, 2026506

487 Pengurus Cabang HIMPAUDI se-Kabupaten Maros Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini

September 30, 2026171

SD Quratu Ayun Jadi Sekolah Pertama di Maros yang Tertibkan KIA, Sekitar 500 Siswa Terlayani

September 25, 2026154

Retribusi Bahu Jalan Dipersoalkan, Puluhan UMKM Maros Keluhkan Dugaan Tagihan Bulanan Pihak Ketiga, Dishub Diminta Buka Dasar Hukumnya

September 3, 2026142
Don't Miss
DAERAH

PUANG ESA MULAI LANGKAH MENUJU KURSI KETUA GOLKAR MAROS

By A1 MediaOktober 23, 20260

A1 MEDIA MAROS — H. A. Syarifuddin B (Puang Esa) menunjukkan keseriusannya untuk maju sebagai…

Bongkar Praktik Mafia Tanah Perumahan AMBANI, Lembaga Aliansi Indonesia Kecam Aksi Premanisme Korporasi PT Patiarase Putra Property

Oktober 23, 2026

PWI Sulsel Tetapkan Plt Ketua di Empat Kabupaten untuk Jaga Roda Organisasi

Oktober 21, 2026

Peternak Ayam di Kec.Bontoa Maros Diciduk Polisi Terkait Jaringan Sabu

Oktober 20, 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

A1 Media
A1 Media

PENERBIT: PT MEDIA MARAK GRUP
AHU: 0001208.AH.01.01 TAHUN 2023
NIB: 3107220006806
NPWP: 85.901.397.1.809.000

Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp TikTok
Our Picks

PUANG ESA MULAI LANGKAH MENUJU KURSI KETUA GOLKAR MAROS

Oktober 23, 2026

Bongkar Praktik Mafia Tanah Perumahan AMBANI, Lembaga Aliansi Indonesia Kecam Aksi Premanisme Korporasi PT Patiarase Putra Property

Oktober 23, 2026

PWI Sulsel Tetapkan Plt Ketua di Empat Kabupaten untuk Jaga Roda Organisasi

Oktober 21, 2026
Most Popular

Puluhan Pedagang UMKM Jalbar Mamminasata Akan Di Tertibkan, Adhy Baskoro: Kami Butuh Dibina, Bukan Dibinasakan!

September 7, 2026506

487 Pengurus Cabang HIMPAUDI se-Kabupaten Maros Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini

September 30, 2026171

SD Quratu Ayun Jadi Sekolah Pertama di Maros yang Tertibkan KIA, Sekitar 500 Siswa Terlayani

September 25, 2026154
© 2026 A1 Media by Asatumedia.
  • Tentang Kami & Karir
  • Copyright
  • Redaksi A1 Media
  • Homepage

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.