Close Menu
A1 MediaA1 Media

    UPZ DPD PPNI Kab. Maros Salurkan Paket Lebaran bagi Perawat Paruh Waktu

    Maret 20, 2026

    Posko Mudik Satkorcab Banser Maros Di Kunjungi Ketua PW GP Ansor Sulsel

    Maret 19, 2026

    Karang Taruna Desa Tunikamaseang bersama Sanggar Seni Bangkoa, Sukses Gelar Lomba Patrol Sahur Jilid IV

    Maret 17, 2026

    Merajut Simpul Persatuan: Bung Fadel Tauphan Ansar Awali Roadshow KNPI Sulsel di Butta Salewangang

    Maret 17, 2026
    Pos-pos Terbaru
    • UPZ DPD PPNI Kab. Maros Salurkan Paket Lebaran bagi Perawat Paruh Waktu
    • Posko Mudik Satkorcab Banser Maros Di Kunjungi Ketua PW GP Ansor Sulsel
    • Karang Taruna Desa Tunikamaseang bersama Sanggar Seni Bangkoa, Sukses Gelar Lomba Patrol Sahur Jilid IV
    • Merajut Simpul Persatuan: Bung Fadel Tauphan Ansar Awali Roadshow KNPI Sulsel di Butta Salewangang
    • SEMMI Cabang Kota Makassar Ultimatum PT KIMA Bongkar Dugaan Kebocoran Pendapatan Limbah, Jangan Jadikan Kawasan Industri Sarang Korupsi
    • Era Baru Transparansi: Pemerintah Desa Minasa Upa Buka Penjaringan Kepala Dusun untuk Kalupenrang dan Cambayya
    • PPNI Maros Gelar Bukber dan Silaturahmi sekaligus Pengenalan UPZ oleh BAZNAS Maros
    • Nur Annisa, Ketua Perisai Demokrasi Bangsa Sulsel Ikut Dilantik di KNPI Sulsel Dibawah Kepemimpinan Fadel Tauphan Ansar
    • Mahasiswa Desak Polda Sulsel Sidak Tambang Ilegal di Bulukumba
    • Tebar Kebaikan Ramadhan 1447 H: ACC Dan SMSI Maros Gelar Bakti Sosial Bagi Takjil
    • Facebook
    • TikTok
    • Twitter
    • Instagram
    • Telegram
    • WhatsApp
    Facebook X (Twitter) Instagram
    A1 MediaA1 Media
    • KRIMINAL
    • TNI POLRI
    • Kesehatan
    • VIDEO
    • Buy Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    SUBSCRIBE
    • HOME
    • NEWS
    • INFO DESA
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • DAERAH
    A1 MediaA1 Media
    • HOME
    • NEWS
    • INFO DESA
    • NASIONAL
    • PEMERINTAHAN
    • DAERAH
    Home»OPINI»Daerah Aliran Sungai dan Bangunan Padat Penduduk: Antara Kebutuhan Hidup dan Ancaman Pencemaran
    OPINI

    Daerah Aliran Sungai dan Bangunan Padat Penduduk: Antara Kebutuhan Hidup dan Ancaman Pencemaran

    A1 MediaBy A1 MediaDesember 27, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook WhatsApp Twitter Telegram Email

    A1 MEDIA – Daerah aliran sungai (DAS) telah sejak lama menjadi titik kumpul masyarakat karena menyediakan sumber air yang penting untuk kehidupan, pertanian, dan perekonomian. Namun, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang cepat, bangunan padat mulai menempati lahan di sepanjang tepi sungai, menciptakan keseimbangan yang rapuh antara kebutuhan masyarakat dan kelestarian sumber daya air. Fakta bahwa “dimana ada sungai, disitu ada bangunan masyarakat” tidak hanya menggambarkan ketergantungan manusia pada air, tetapi juga menyoroti risiko besar pencemaran sungai yang timbul dari aktivitas manusia di sekitarnya.

    Pertama-tama, bangunan padat di sepanjang DAS menimbulkan masalah pencemaran melalui limbah domestik. Di banyak daerah, terutama di perkotaan dan pemukiman padat yang kurang memiliki prasarana sanitasi yang memadai, limbah cair dari rumah tangga, tempat usaha, dan fasilitas umum seringkali dibuang langsung ke sungai tanpa pengolahan. Limbah ini mengandung zat organik, nitrogen, fosfor, dan bahan kimia lainnya yang dapat merusak kualitas air, membunuh makhluk hidup di dalamnya, dan membuat air tidak layak untuk dikonsumsi. Misalnya, di beberapa kota di Indonesia, sungai yang dulunya menjadi sumber air bersih kini berubah warna karena limbah domestik, sehingga masyarakat harus menghabiskan biaya lebih untuk mendapatkan air bersih.

    Baca:  Antara Tahta Dan Darah: Makassar 418 Tahun, Di persimpangan Raya Dan Tawuran!

    Kedua, aktivitas ekonomi di daerah padat penduduk juga berkontribusi pada pencemaran sungai. Industri, pertanian skala kecil yang menggunakan pupuk dan pestisida, serta perdagangan yang berlangsung di sekitar DAS seringkali menghasilkan limbah yang berbahaya. Industri misalnya dapat membuang limbah logam berat, zat kimia beracun, dan limbah panas ke sungai, sedangkan pupuk dan pestisida dari lahan pertanian dapat larut ke dalam air saat hujan dan masuk ke aliran sungai. Hal ini tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga membahayakan kesehatan manusia yang mengonsumsi ikan dari sungai atau menggunakan airnya untuk keperluan sehari-hari.

    Baca:  Kapan Berhenti Jadi Wartawan?

    Selain itu, bangunan padat juga menyebabkan hilangnya lahan hijau dan peningkatan limpasan permukaan, yang memperparah pencemaran. Tanaman dan tanah liat di lahan hijau berfungsi sebagai filter alami yang menangkap kotoran sebelum masuk ke sungai. Namun, ketika lahan tersebut dibangun menjadi rumah, gedung, atau jalan raya, limpasan air hujan menjadi lebih cepat dan membawa kotoran, lumpur, dan bahan berbahaya langsung ke aliran. Hal ini menyebabkan peningkatan kecepatan aliran sungai, banjir, dan penumpukan lumpur di dasar sungai, yang selanjutnya merusak kualitas air dan habitat makhluk hidup air.

    Meskipun demikian, masalah pencemaran sungai akibat bangunan padat penduduk tidaklah tak teratasi. Pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti membangun prasarana sanitasi yang memadai, menerapkan aturan tentang pembuangan limbah industri dan pertanian, serta melestarikan lahan hijau di sepanjang DAS. Masyarakat juga perlu diberikan pendidikan tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan cara-cara mengurangi pencemaran. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat memastikan bahwa daerah aliran sungai tetap menjadi sumber daya yang berharga untuk generasi mendatang, tanpa harus mengorbankan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

    Baca:  Refleksi 97 Tahun Sumpah Pemuda: Peran Pemuda, Antara Badut dan Budak?

    Kesimpulnya, hubungan antara daerah aliran sungai dan bangunan padat penduduk adalah hubungan yang kompleks, di mana ketergantungan manusia pada air beriringan dengan risiko pencemaran. Meskipun bangunan padat di sekitar sungai memberikan manfaat bagi masyarakat, kita juga harus menyadari dampaknya terhadap lingkungan dan mengambil tindakan yang tepat untuk melindungi sumber daya air. Hanya dengan cara ini, kita dapat menciptakan keseimbangan yang berkelanjutan antara kebutuhan manusia dan kelestarian alam.

    Oleh: Abustan Djunaidi (Ketua PC GP Ansor Kab.Maros)

    Share. Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit VKontakte Copy Link
    Previous ArticleBencana Akibat Tangan Manusia dan Pelajaran dari Kisah Nabi Nuh dalam Al-Qur’an
    Next Article Kasus Dugaan Penipuan PT Daeng Cahaya Abadi Dinilai Lamban, PC PMII Maros Kritik Keras Kinerja Kepolisian
    A1 Media
    • Website

    Berita Lainnya:

    OPINI

    Bencana Akibat Tangan Manusia dan Pelajaran dari Kisah Nabi Nuh dalam Al-Qur’an

    Desember 26, 2025
    OPINI

    Suluk Tahunan Khalwatiyah Sammaniyah: Maros Menjadi Pusat Spiritualitas Nusantara

    November 21, 2025
    OPINI

    Antara Tahta Dan Darah: Makassar 418 Tahun, Di persimpangan Raya Dan Tawuran!

    November 9, 2025
    OPINI

    Transfer Daerah Menyusut, Gizi Rakyat Melimpah: Senja Kala Dana Desa, Fajar Program Pangan Bergizi

    November 8, 2025
    OPINI

    Refleksi 97 Tahun Sumpah Pemuda: Peran Pemuda, Antara Badut dan Budak?

    Oktober 29, 2025
    OPINI

    Kapan Berhenti Jadi Wartawan?

    Februari 20, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Share In Touch
    • Facebook
    • WhatsApp
    • Instagram
    • TikTok
    • Telegram
    • Twitter
    Laman
    • Copyright
    • Disclaimer
    • Homepage
    • Pedoman Media Cyber
    • Privacy Policy
    • Redaksi A1 Media
    • Tentang Kami & Karir
      Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok
      © 2026 A1 MEDIA by WEBPro.ID.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.