A1 MEDIA MAKASSAR — Polemik pelantikan Pengurus Cabang (PC) PMII Kota Makassar kian memanas dan menuai penolakan keras dari basis. Di tengah pusaran konflik dualisme kepengurusan yang belum menemui titik terang, pemaksaan keabsahan Surat Keputusan (SK) dinilai telah mencoreng marwah konstitusi organisasi.,Rabu (28/10/2026).
Ketua PMII Komisariat Talasalapang, Sofyan Gaffar, secara tegas menantang dan mendesak Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulsel dan Pengurus Besar (PB) PMII untuk segera memberikan klarifikasi terbuka terkait legitimasi aturan di balik pelantikan tersebut.
Menurut Sofyan, langkah gegabah elit organisasi dalam menerbitkan dan mengesahkan SK di tengah konflik dualisme bukan meredam masalah, melainkan sengaja memelihara konflik kepentingan demi syahwat politik kelompok tertentu.
“Kami menantang PKC PMII dan PB PMII untuk transparan dan membeberkan dasar legitimasi aturan yang digunakan. Jangan jadikan konstitusi organisasi sebagai alat kompromi elit yang mengorbankan kader di tingkat basis,” tegas Sofyan Gaffar.
Sofyan menginstruksikan seluruh struktur dan kader di bawah naungan Komisariat Talasalapang untuk tetap bersiap dan merapatkan barisan. Ia menegaskan bahwa pergerakan di tingkat bawah tidak akan tinggal diam melihat hukum internal organisasi dipermainkan demi melanggengkan kekuasaan segelintir pihak.
Ia juga menegaskan, jika PKC dan PB PMII terus bungkam dan mengabaikan tuntutan klarifikasi ini untuk meredam konflik kepentingan, pihaknya siap memimpin konsolidasi total kader di tingkat bawah demi menyelamatkan martabat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dari cengkeraman kepentingan pragmatis.

