MAROS – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Maros, Harmin Thomaru, dinyatakan kompeten setelah berhasil menyelesaikan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Muda di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Harmin menjadi salah satu dari 30 wartawan yang mengikuti UKW selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Oktober 2026, di Hotel Grand Saota, Soppeng.
Seluruh peserta yang mengikuti ujian tersebut dinyatakan lulus dan berkompeten dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen.
Keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Harmin untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus mendorong profesionalisme wartawan, khususnya yang tergabung dalam SMSI Kabupaten Maros.
Menurutnya, kompetensi wartawan merupakan bagian penting dalam membangun pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab kepada publik.
UKW tidak hanya mengukur kemampuan teknis dalam mencari dan menyusun berita, tetapi juga menguji pemahaman terhadap etika jurnalistik, aturan pers, verifikasi informasi, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kelulusan Harmin mendapat apresiasi dari Bupati Maros, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.I.P., M.H.
Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta UKW, terutama perwakilan Kabupaten Maros yang berhasil dinyatakan kompeten.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh peserta UKW, khususnya buat perwakilan dari Kabupaten Maros, Harmin Thomaru. Alhamdulillah, banyak yang lulus,” ujar Chaidir Syam, Jumat (30/10/2026).
Ucapan selamat juga datang dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maros, Andi Irfan, dan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Maros, H. Suardi Sawedi.
Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi Harmin untuk terus berkontribusi dalam pengembangan dunia pers di daerah.
Sebagai Ketua SMSI Maros, Harmin diharapkan dapat memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kapasitas wartawan, membangun media siber yang sehat, serta mendorong penerapan Kode Etik Jurnalistik.
Ia juga diharapkan terus mengajak insan pers untuk menghasilkan karya jurnalistik yang mengedepankan fakta, keberimbangan, independensi, dan kepentingan publik.
Baginya, menjadi wartawan kompeten bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga marwah profesi kewartawanan.
Pers yang profesional diharapkan mampu menjadi penyampai informasi yang mencerdaskan masyarakat sekaligus menjadi mitra kritis dalam mengawal pembangunan daerah.

