MAROS, A1 MEDIA – Sebagai bentuk advokasi perlindungan anak dari paparan zat adiktif produk olahan tembakau, Gerakan Seribu Surat Anak Indonesia kepada Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia digelar pada Senin, 24 Februari 2025 di SMAN 10 Maros. Kegiatan ini diinisiasi oleh RAYA Indonesia (Rumah Kajian dan Advokasi Kerakyatan Indonesia) dan dilaksanakan di lima kabupaten/kota di Indonesia, yakni Kabupaten Deli Serdang (Sumatera Utara), Kabupaten Maros (Sulawesi Selatan), Kabupaten Serang (Banten), Kabupaten Sekadau (Kalimantan Barat), dan Kota Surabaya (Jawa Timur).
Gerakan ini melibatkan seribu anak berusia 14 hingga 18 tahun yang menuliskan surat kepada Menteri Komunikasi dan Digital sebagai bentuk dukungan atas pelarangan iklan dan promosi rokok di televisi, radio, dan internet. Langkah ini diambil untuk melindungi anak-anak dari bahaya industri rokok yang menargetkan generasi muda sebagai perokok baru.
Ketua Satgas GKMNU Maros, Bagus Dibyo Sumantri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari kesadaran anak-anak Indonesia terhadap bahaya rokok serta peran mereka dalam mengadvokasi kebijakan publik.
“Kami berharap melalui gerakan ini, pemerintah semakin memperhatikan pentingnya perlindungan anak dari paparan promosi rokok yang semakin masif di media digital,” ujarnya.
Kepala SMAN 10 Maros juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini yang melibatkan para siswa dalam gerakan advokasi yang konstruktif dan edukatif. “Ini adalah momen penting bagi anak-anak kita untuk memahami dampak negatif rokok dan mengambil sikap tegas dalam melindungi diri dan generasi mendatang,” katanya.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Maros, KH. Ibnu Hajar Arif, yang memberikan doa serta dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Dalam sesi pematerian, Zakia memandu diskusi yang diisi oleh Ulya Sunani dengan topik “Strategi Industri Rokok Menargetkan Anak-anak untuk Menjadi Perokok Baru.” Pemaparan ini membuka wawasan peserta mengenai berbagai strategi yang digunakan industri rokok dalam menarik perhatian generasi muda.
Sebagai puncak acara, para siswa secara serempak menuliskan surat yang berisi harapan dan dukungan mereka kepada Menteri Komunikasi dan Digital agar segera menerapkan kebijakan pelarangan iklan dan promosi rokok di berbagai media.











