MAKASSAR, A1 MEDIA— BPJS Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kota Makassar melakukan visitasi kelayakan terhadap peralatan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) di Ruang Layanan ESWL, Rumah Sakit Islam Faisal pada Selasa, 27 Mei 2025.
Dalam kunjungan tersebut, BPJS Kesehatan diwakili oleh Ibu Ai, yang secara langsung mengevaluasi prosedur dan penggunaan peralatan diagnostik seperti USG dalam penanganan pasien batu ureter.
Saat berdialog dengan petugas layanan, Ibu Inna selaku perawat menjelaskan bahwa durasi penggunaan USG sangat bergantung pada posisi batu ginjal. “Jika posisi batunya cepat ditemukan, maka prosesnya juga akan lebih cepat,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ibu Faswati, memberikan masukan terkait penyusunan dan penerapan SOP pelayanan ESWL serta penataan peralatan seperti ruang apron pelindung serta ruang ganti pakaian pasien yang dinilai perlu disiapkan dengan lebih baik.
Pihak Rumah Sakit Islam Faisal melalui Menejer Pelayanan Medik, dr. Lastri, menyatakan komitmennya untuk segera melengkapi kekurangan fasilitas. “Insya Allah, paling lambat bulan Juni, semua kelengkapan akan kami penuhi,” ungkapnya optimis.
BPJS Kesehatan juga meminta agar pihak RS Islam Faisal mengajukan surat resmi terkait komitmen penambahan jadwal praktik dokter, guna mendukung optimalisasi layanan.
Selain itu, kalibrasi peralatan ESWL direncanakan akan dilakukan pada bulan Agustus, mengingat masa kalibrasi sebelumnya belum genap satu tahun.
Ibu Ai turut meminta agar rumah sakit melampirkan sertifikat kompetensi perawat yang akan bertugas di layanan ESWL. Semua pembaruan fasilitas dan perbaikan yang telah dilakukan diinstruksikan untuk dilaporkan kembali ke BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan.
Secara terpisah, Dinas Kesehatan melalui Ibu Fasmawati juga menegaskan pentingnya pemenuhan kelengkapan sarana sebagai bagian dari standar pelayanan kesehatan yang bermutu.











