MAKASSAR, A1 MEDIA — Amoras (Aliansi Mahasiswa Olahraga dan Kesehatan) menegaskan bahwa Universitas Negeri Makassar (UNM) hari ini berada dalam krisis kepemimpinan. Ramadhan, Jendlap Amoras, dengan lantang menyebut Rektor UNM gagal total menciptakan ruang aman setelah terseret dalam dugaan kasus pelecehan seksual.
“Bagaimana bisa rektor, simbol tertinggi kampus, justru terjerat dugaan sebagai pelaku pelecehan seksual? Ini bukan sekadar skandal personal, melainkan pengkhianatan terhadap seluruh mahasiswa dan dosen. UNM hari ini bukan ruang aman, tetapi ruang predator,” tegas Ramadhan dalam orasinya.
Ramadhann menilai, dugaan pelecehan seksual yang menyeret rektor hanyalah puncak gunung es dari budaya diam, intimidasi, dan pembiaran di tubuh UNM. Mahasiswa dan dosen dibiarkan hidup dalam ketakutan, sementara pimpinan kampus sibuk mempertahankan citra.
Tidak hanya gagal melindungi, Rektor UNM juga dinilai abai dalam pemenuhan hak dasar pendidikan. Ruang kuliah rusak, laboratorium terbengkalai, hingga sarana olahraga dan kesehatan yang dibiarkan runtuh adalah bukti nyata kelalaian. “Ini bukan lagi sekadar kelalaian, ini pengabaian sistematis terhadap masa depan pendidikan,” tambah Ramadhan.
sudah tidak ada alasan lagi bagi rektor untuk bertahan di kursinya. “Seorang rektor yang gagal melindungi warganya, bahkan diduga mencederai mereka dengan pelecehan seksual, tidak pantas memimpin. Ia harus mundur! Jika tidak, mahasiswa akan memastikan kampus ini tidak lagi jadi panggung predator, tetapi ruang perlawanan,” tutup ramadhan
dan kami menuntut :
1. Mendesak kemendiktisaintek untuk segera memberhentikan rektor unm.
2. mendesak kemendiktisaintek untuk segera mengevaluasi satgas PPKS UNM
3. Mendesak senat UNM untuk menyatakan sikap terkait kasus dugaan pelecehan seksual
4. Berikan kami fasilitas yang memadai sebagai ruang belajar yang aman dan nyaman
5. Demi menjaga citra kampus , Rektor UNM seharusnya mundur secara terhormat.











