MAROS, A1 MEDIA – Duka kembali menyelimuti Kabupaten Maros menyusul sebuah kecelakaan tragis yang merenggut dua nyawa pengendara motor secara mengenaskan di Kassi Kassi, Desa Toddopulia, Kecamatan Tanralili. Insiden memilukan ini bukan hanya menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memicu kemarahan publik dan sorotan tajam dari kalangan aktivis lingkungan hidup.
A. Ilham Ilyas, Ketua Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat HPPMI Maros, tampil sebagai salah satu suara terdepan yang menyatakan keprihatinan mendalam. Namun, lebih dari sekadar prihatin, ia melontarkan kritik keras dan terang-terangan terhadap pihak-pihak berwenang yang dinilainya abai terhadap keselamatan warga.

“Saya turut prihatin atas insiden yang mengakibatkan dua orang pengendara motor meninggal dunia secara mengenaskan,” ujar A. Ilham, memulai pernyataannya. “Namun, saya juga menilai bahwa Kasat Lantas Polres Maros, Dinas Perhubungan (Dishub), dan pemerintah seakan-akan menutup mata terhadap persoalan krusial ini.”
Menurut A. Ilham, bukti dari kelalaian tersebut sangat jelas, yakni absennya pengawasan dan penertiban yang memadai terhadap mobilisasi pengangkut material, khususnya angkutan tambang galian C. Truk-truk pengangkut material ini, yang seringkali beroperasi tanpa standar keselamatan yang ketat, telah berulang kali menjadi penyebab kecelakaan fatal di Maros.
“Fakta bahwa ini kembali menelan korban adalah bukti nyata tidak adanya langkah preventif yang serius,” tegasnya. “Jika Kasat Lantas Polres Maros dan Dishub beserta Pemerintah tidak mengambil langkah-langkah konkret, maka sama halnya mereka menginginkan hal ini akan terus terulang di masa yang akan datang.”
Pernyataan A. Ilham bukan tanpa dasar. Ia menyoroti bahwa tragedi serupa bukanlah yang pertama kali terjadi di Kabupaten Maros. Data yang ada menunjukkan gambaran yang mengkhawatirkan: tercatat, setidaknya enam nyawa telah melayang akibat kelalaian pengangkut material tambang galian C dalam kurun waktu yang relatif singkat di Kabupaten Maros. Angka ini menjadi pengingat pahit akan risiko yang terus mengancam pengguna jalan di wilayah tersebut.
Melihat kondisi yang terus berulang tanpa adanya perbaikan signifikan, A. Ilham Ilyas menegaskan komitmen HPPMI Maros sebagai “social of control”. “Kami tidak akan diam melihat hal ini akan terus dibiarkan,” serunya. “Dan kami akan terus memantau perkembangan terkait langkah-langkah yang akan diambil ke depan.”
Desakan ini menjadi seruan keras bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk segera bertindak. Tragedi di Kassi Kassi adalah alarm yang membutuhkan respons cepat dan solusi jangka panjang, bukan hanya sekadar simpati. Keselamatan warga Maros harus menjadi prioritas utama, dan penertiban angkutan material yang memenuhi standar keselamatan adalah langkah awal yang tidak bisa ditawar lagi. Tanpa langkah konkret, kekhawatiran A. Ilham Ilyas akan terulangnya tragedi serupa di masa depan akan terus membayangi.










