MAROS, A1 MEDIA – Sungguh menarik diskusi yang diangkat oleh PMII Maros dalam memperingati Harlah ke-65 ini. Mengangkat isu “Aliran Ana Loloa” sebagai tema dialog publik menunjukkan kepekaan PMII terhadap isu-isu sosial dan keagamaan yang berkembang di masyarakat Maros.,Kamis (17/04/2025).
Penting sekali apa yang disampaikan oleh Ketua Cabang PMII Maros, Muhammad Saleh, bahwa forum ini bertujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berpikir lebih bijak dan kritis, alih-alih terburu-buru melabeli suatu kepercayaan sebagai sesat. Pendekatan yang mengedepankan penelusuran asal-usul, konteks budaya, dan nilai-nilai lokal adalah langkah yang konstruktif.
Kehadiran narasumber dari BRIN, MUI, LAKPESDAM NU, dan tokoh Tau Bawakaraeng memberikan perspektif yang beragam dan mendalam terhadap isu Ana Loloa. Kajian multidisiplin seperti antropologis, sosiologis, dan teologis menjadi kunci untuk memahami fenomena kepercayaan lokal ini secara utuh.
Semangat PMII Maros untuk terus berkontribusi sebagai agen perubahan yang beradab dan berpikir terbuka patut diapresiasi.
Momentum Harlah ke-65 ini diharapkan semakin memperkuat peran sosial PMII di tengah masyarakat, khususnya dalam mengawal isu-isu strategis dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis kearifan lokal.
Semoga dialog publik ini memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang Aliran Ana Loloa dan mendorong sikap saling menghargai terhadap keberagaman keyakinan yang ada. Selamat Harlah PMII ke-65! PMII Maros BERADAB!.











