MAROS A1 MEDIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin yaitu Rofiah Iffah Karimah kembali menunjukkan dedikasinya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program kerja individu yang kreatif dan aplikatif. Pada Sabtu (24/1), bertempat di kediaman Bapak Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), telah sukses dilaksanakan pelatihan pengolahan hasil laut dan perkebunan berupa pembuatan selai fungsional yang mengombinasikan rumput laut jenis Gracilaria sp. dan buah nanas segar.
Kegiatan ini merupakan kali kedua pelaksanaannya setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di dusun tetangga. Pada kesempatan kali ini, pelatihan menyasar cakupan yang lebih luas dengan menggandeng warga dari tiga dusun sekaligus, yakni Dusun Kalupenrang, Dusun Cambayya, dan Dusun Pappaka. Penggabungan kelompok dari tiga dusun ini bertujuan untuk menyeragamkan pemahaman masyarakat mengenai optimalisasi potensi ekonomi dari sumber daya lokal yang sangat melimpah di wilayah Desa Minasa Upa.
Pemilihan bahan baku bukan tanpa alasan. Rumput laut Gracilaria sp. dipilih karena kandungan serat larutnya yang sangat tinggi, yang berfungsi sebagai pengental alami (bio-thickener) sehingga tidak memerlukan zat aditif kimia. Sementara itu, buah nanas dipilih sebagai penyeimbang rasa untuk memberikan sensasi segar sekaligus menyumbang asupan vitamin C dan enzim bromelain yang baik bagi pencernaan. Kombinasi inilah yang mendasari penyebutan produk tersebut sebagai “selai fungsional”—produk yang tidak hanya lezat tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.
Dalam prosesnya, para ibu-ibu PKK dan warga setempat terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan yang didemonstrasikan. Mahasiswa menjelaskan secara detail mulai dari teknik pencucian rumput laut untuk menghilangkan aroma amis yang khas, proses penghalusan, hingga teknik memasak dengan api kecil agar nutrisi tetap terjaga. Selain aspek produksi, warga juga diberikan edukasi mengenai pentingnya sanitasi dan cara pengemasan menggunakan botol kaca steril agar produk memiliki daya simpan yang lebih lama secara alami.
Kehadiran program ini mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Ibu Maya, salah satu tokoh anggota PKK yang hadir, menyatakan bahwa inovasi ini sangat relevan dengan kebutuhan warga saat ini yang ingin merintis usaha mikro berbasis potensi desa.
“Kami sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan ini, karena selama ini rumput laut hanya kami jual mentah dalam bentuk kering dengan harga yang rendah. Ternyata kalau dicampur nanas bisa jadi selai yang enak dan punya nilai jual lebih tinggi untuk menambah pendapatan keluarga,” ujar Ibu Maya di sela-sela kegiatan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat di Dusun Kalupenrang, Cambayya, dan Pappaka tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan saja. Besar harapan agar kreativitas ini berlanjut menjadi unit usaha kelompok atau produk unggulan desa (BUMDes) yang mampu menembus pasar yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga Desa Minasa Upa secara berkelanjutan.











