BULUKUMBA, A1 MEDIA – Dalam upaya memperluas jangkauan layanan kesehatan unggulan, Direktur RS Islam Faisal Makassar, dr. Salwa Mochtar, MARS, didampingi Manajer Marketing Bapak Roni dan tim, melakukan kunjungan strategis ke sejumlah rumah sakit dan lembaga di wilayah selatan Sulawesi Selatan. Senin 4 Agustus 2025
Kunjungan ini menyasar tiga rumah sakit utama, yakni RSUD Prof. Dr. H.M. Anwar Makkatutu Bantaeng, RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, dan RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba. Selain itu, tim juga menyambangi beberapa perusahaan di Bantaeng serta menjalin komunikasi dengan organisasi kemahasiswaan seperti HMI, PMII, dan Forum BPD Kabupaten Bulukumba.
Agenda utama dari kunjungan ini adalah sosialisasi layanan unggulan RS Islam Faisal, termasuk radioterapi, ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy), dan cuci darah (hemodialisa), serta penjajakan kerja sama sistem rujukan antar fasilitas kesehatan.
Direktur RSUD Bantaeng, dr. Sultan, menyambut baik kehadiran rombongan RS Islam Faisal. Dalam dialognya, ia menyoroti salah satu persoalan serius dalam sistem rujukan, yaitu tidak adanya petugas khusus yang mengelola sistem rujukan elektronik (sistrute), sehingga sering terjadi keterlambatan penerimaan pasien.
“Yang paling penting dalam sistem rujukan adalah respons cepat dari rumah sakit penerima,” tegas dr. Sultan.
Ia juga berkomitmen akan mensosialisasikan peluang kerja sama ini kepada para DPJP, demi memberikan pilihan yang lebih nyaman dan cepat kepada pasien.
Di RSUD Bulukumba, Direktur dr. Risal juga menyambut hangat kunjungan tersebut dan berharap segera terealisasi kerja sama, khususnya dalam hal pelayanan spesialis yang belum tersedia di RSUD Bulukumba.
“Kami menyambut baik kehadiran Direktur RS Islam Faisal dan tim, semoga segera terjalin kerja sama agar layanan yang belum tersedia di RSUD Bulukumba dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi dengan RS Islam Faisal Makassar,” ujar dr. Risal.
Menanggapi hal itu, Direktur RS Islam Faisal, dr. Salwa Mochtar, MARS, menyampaikan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung kelancaran sistem rujukan lintas daerah.
“Kami sudah memiliki layanan radioterapi, ESWL, dan cuci darah yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat melalui sistem rujukan dari rumah sakit-rumah sakit daerah.
Jika ada kendala teknis, kami siapkan komunikasi langsung melalui WhatsApp, dan bahkan sedang merancang grup koordinasi antar fasilitas agar proses lebih cepat dan efisien,” jelas dr. Salwa.
Langkah ini menjadi bentuk konkret RS Islam Faisal dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan lanjutan di daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antar rumah sakit dalam satu sistem rujukan yang terintegrasi dan berorientasi pada pelayanan terbaik untuk pasien.











