MAROS, A1 MEDIA – Kamis pagi yang cerah, 28 Agustus 2025, menjadi saksi bisu komitmen Desa Minasa Upa dalam merajut masa depan yang lebih baik. Bertempat di Kantor Desa Minasa Upa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Minasa Upa sukses menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Pembahasan Dokumen Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) untuk periode 2019-2027. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan arah pembangunan desa tetap relevan dan responsif terhadap dinamika serta kebutuhan masyarakat.
Musdes yang dimulai sejak pagi hari ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan desa dan kecamatan, menunjukkan kolaborasi erat dalam perencanaan pembangunan. Turut hadir dan memberikan masukan berharga adalah Sekretaris Camat Bontoa, yang menekankan pentingnya sinergi program antara desa dan kecamatan. Kepala Desa Minasa Upa, Rusman S.Sos Juga Menyampaikan Bahwa komitmennya untuk menyesuaikan arah kebijakan pembangunan desa dengan masa jabatannya, Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat dalam pelaksanaan setiap program.
“Keterlibatan aktif masyarakat sangat kami harapkan demi suksesnya pembangunan desa. Kebijakan yang baik tidak akan berdampak maksimal tanpa partisipasi warga Serta ia juga memaparkan evaluasi pembangunan yang telah berjalan dan proyeksi kebutuhan ke depan.

Senada Dengan Ketua BPD Desa Minasa Upa, Sainuddin Menambahkan Bahwa RPJMDes adalah peta jalan pembangunan kita. Dengan adanya perubahan ini, kita ingin memastikan setiap program dan anggaran yang dialokasikan benar-benar menyentuh kebutuhan substansial masyarakat, adaptif terhadap perubahan, dan berkelanjutan,” ujar Ketua BPD Minasa Upa dalam sambutannya, membuka Musdes dengan semangat partisipasi.
Pembahasan dokumen perubahan RPJMDes 2019-2027 berlangsung dengan sangat interaktif. Peserta Musdes secara kritis dan konstruktif menyoroti berbagai aspek, mulai dari infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga tata kelola pemerintahan desa. Penyesuaian dokumen ini menjadi krusial mengingat adanya potensi perubahan prioritas, evaluasi keberhasilan program sebelumnya, serta masukan-masukan baru dari masyarakat yang berkembang seiring waktu.
Kehadiran Pendamping Lokal Desa turut memperkaya diskusi dengan memberikan panduan teknis dan memastikan setiap perubahan selaras dengan regulasi yang berlaku. Perwakilan dari lintas sektor juga memberikan perspektif berharga:
Bidan Desa menyoroti aspek kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta pencegahan stunting.
Perwakilan BKKBN menekankan program-program keluarga berencana dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Pengurus BUMDES mempresentasikan peluang pengembangan ekonomi lokal dan diversifikasi unit usaha yang dapat diakomodir dalam rencana pembangunan.
Ketua Karang Taruna menyuarakan aspirasi pemuda terkait kegiatan kreatif, olahraga, dan pengembangan keterampilan.
Pengurus Bardik fokus pada peningkatan kualitas Kelembagaan Pemuda dan fasilitas terhadap kesenian serta kebudayaan.
Tak ketinggalan, para Kepala Dusun serta Ketua RT se-Desa Minasa Upa hadir sebagai representasi langsung dari suara masyarakat di tingkat paling bawah. Mereka membawa serta pengalaman, tantangan, dan harapan warga di dusun dan lingkungan masing-masing, memastikan setiap usulan pembangunan memiliki dasar yang kuat dari akar rumput.
“Musdes ini adalah wujud nyata demokrasi di tingkat desa. Setiap suara didengar, setiap usulan dipertimbangkan. Inilah esensi dari pembangunan partisipatif,” ungkap Sekretaris Camat Bontoa dalam sesi penutup, mengapresiasi semangat gotong royong yang terpancar dalam Musdes kali ini.
Dengan tuntasnya Musyawarah Desa Pembahasan Dokumen Perubahan RPJMDes 2019-2027 ini, Desa Minasa Upa optimis dapat memiliki pedoman pembangunan yang lebih solid, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan bersama. Konsensus yang lahir dari Musdes ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan Minasa Upa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera dalam beberapa tahun ke depan.











