MAKASSAR, A1 MEDIA – Rumah Sakit Islam Faisal (RSIF) Makassar menggelar rapat koordinasi intensif sebagai bagian dari persiapan visitasi kelayakan layanan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Senin pagi (26/05/2025 ), di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 2.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran manajemen dan tim teknis, antara lain Manajer Pelayanan dan Penunjang Medik, Koordinator Marketing, Asisten Manajer Rawat Jalan, Penanggung Jawab Poliklinik, Penanggung Jawab Farmasi, Penanggung Jawab Teknik (ATEM), Penanggung Jawab Diklat, Perawat ESWL, serta PIPP BPJS.
Rapat ini membahas dua agenda utama, yakni kelayakan penggunaan alat ESWL dan kesiapan pemberkasan serta sarana prasarana yang mendukung operasional layanan di poliklinik ESWL.
Direktur RS Islam Faisal Makassar, dr. Salwa Mochtar MARS, menegaskan pentingnya layanan ini dalam memenuhi kebutuhan pasien, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Hari ini kita membahas gambaran umum layanan ESWL, termasuk data kebutuhan pasien. Selama ini, pasien dengan batu ureter yang membutuhkan tindakan ESWL terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain karena RSIF belum memiliki layanan ini,” ujar dr. Salwa
Ia juga menambahkan bahwa data pasien dengan nefrolitiasis dan batu ureter telah dikaji sebagai dasar pendirian layanan ESWL di RSIF.
“Ini menjadi langkah strategis untuk memperluas layanan dan meningkatkan aksesibilitas bagi pasien JKN,” tegasnya.
Selain itu, rapat ini membahas alur pelayanan pasien ESWL secara detail untuk memastikan efisiensi dan keselamatan prosedur.
Diketahui, Selasa (27/05/2025), tim dari BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Makassar akan melakukan visitasi langsung ke RS Islam Faisal untuk menilai kelayakan ruangan dan alat ESWL yang akan segera dioperasionalkan.











