MAROS, A1 MEDIA — Seorang warga lanjut usia bernama H. Buna Raja (83 tahun), warga Dusun Watang Mallawa, Desa Tellumpanuae, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, dilaporkan hilang sejak Rabu sore, 25 Juni 2025. Hingga hari ini, Selasa, 1 Juli 2025, tim dari BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Maros masih terus melakukan upaya pencarian di lokasi yang diduga menjadi jalur terakhir korban.
Berdasarkan keterangan Babinsa Desa Tellumpanuae, Serda Hamzah Haz, korban diketahui meninggalkan rumah sekitar pukul 17.00 WITA untuk menuju sawah, meskipun telah sempat dilarang oleh istrinya karena kondisi hari yang mulai gelap.
Beberapa warga, seperti Marhama dan Ani, menyatakan melihat korban berjalan ke arah Bontoe. Bahkan, seorang tetangga yang melihatnya di jalan sempat menawarkan tumpangan. Namun, korban menolak dan memilih tetap melanjutkan perjalanan seorang diri ke sawah. Terakhir, korban terlihat sekitar pukul 18.30 WITA di sekitar jalan Patuku.
Hingga keesokan harinya, Kamis (26/06), korban tak kunjung pulang. Laporan resmi mengenai hilangnya korban baru diterima oleh Markas BTB BAZNAS Maros pada Jumat, 27 Juni 2025, pukul 17.00 WITA.
Tim BTB Turun ke Lokasi
Menindaklanjuti laporan tersebut, BTB BAZNAS Maros menurunkan 11 personel pada Sabtu, 28 Juni 2025 untuk memulai koordinasi dan penyisiran lokasi. Adapun personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini antara lain:
• A. Ahmad Qusyairi
• Resky Iriansyah
• Muslihin Sultan
• Syawal
• Muh. Syahnakhri R
• Firmansyah
• Sultan Syahrir
• Aldi Ibrahim
• Hilman Syaputra
• Amar Ma’ruf
• Fitriani AB
Pencarian difokuskan pada wilayah persawahan dan perbukitan yang cukup luas dan memiliki medan yang terjal. Tim BTB dilengkapi dengan satu unit kendaraan operasional serta peralatan lapangan seperti helm, sepatu PDL, tali lempar, senter, tandu lipat, dan perlengkapan medis lainnya.
Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan mendung, namun kondisi ini tidak menjadi hambatan bagi tim yang terus berupaya maksimal demi menemukan keberadaan korban.
Apel Pagi dan Titik Fokus Pencarian
Kegiatan pencarian setiap harinya diawali dengan apel persiapan, diikuti dengan penyisiran lokasi-lokasi terakhir korban terlihat, termasuk sepanjang jalur Bontoe hingga sekitar Patuku. Karakteristik medan yang terdiri dari hamparan sawah, semak belukar, dan kontur tanah berbukit membuat proses pencarian memerlukan ketelitian tinggi dan kewaspadaan.
Imbauan Terbuka untuk Masyarakat
Kepala Divisi Respon BTB Maros, Resky Iriansyah, mengimbau masyarakat setempat agar turut membantu dengan memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mempercepat proses pencarian.
“Kami memohon doa dan partisipasi aktif masyarakat. Bila ada yang melihat atau mengetahui keberadaan korban, mohon segera disampaikan kepada tim di lapangan atau melalui aparat desa,” ungkap Resky.
Keluarga korban pun terus menanti kabar baik dan berharap besar agar pencarian ini segera membuahkan hasil. Doa dan dukungan moral dari masyarakat Maros dan sekitarnya menjadi semangat tersendiri bagi seluruh personel di lapangan.
Pihak BTB BAZNAS Maros menyatakan bahwa upaya pencarian akan terus dilanjutkan dengan skema yang lebih luas dan menyeluruh hingga titik terang ditemukan.










