SLEMAN, A1 MEDIA – Ratusan akademisi dan masyarakat sipil berkumpul di FEB UGM untuk bedah buku Praksis Pancasila: Pengamalan Ideologi di Perusahaan Gobel Pada Selasa (26/02/2025).
Bedah buku merupakan kolaborasi antara Suryakanta Institute berkolaborasi dengan Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) UGM dan Matsushita Gobel Foundation.
Penulis buku, Nasihin Masha, mengantarkan diskusi dengan cerita pengalamannya bekerja di perusahaan Gobel.
“Perusahaan menyediakan ruang ibadah untuk semua agama, kantin berlaku bagi pimpinan dan staf, karyawan berprestasi dikirim untuk belajar di Jepang, mengembangkan koperasi, sampai dengan kepemilikan rumah,” Nasihin dalam mengenang perjalanan karirnya di perusahaan Gobel.
Terdapat 7 prinsip perusahaan Gobel ditetapkan sejak akhir 1970-an, salah satunya prinsip mengutamakan berbakti pada negara melalui industri. Ia menuturkan inspirasi penulisan buku didapatkan dari lukisan sosok manusia berkepala lambang lima sila Pancasila. Pada bagian bawah gambar bertuliskan ‘Berjuang, Berpikir, dan Berbicara dengan Falsafah yang sama: Pancasila’ di kantor perusahaan milik Panasonic.
Bagi Nasihin, perusahaan Gobel dalam pengamalan pancasila patut disebarkan, terlebih dalam kondisi Pancasila yang mulai sayup-sayup dilupakan setelah era reformasi. Sedangkan, sebuah negara maju, akarnya harus tetap ada pada masyarakat.
Andreas Budi, melihat bahwa dihadirkannya kembali Praksis Pancasila di perusahaan Gobel di tengah situasi protes masyarakat dengan tagar Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu. Praksis Pancasila masih sangat relevan untuk terus dijaga sebagai sebuah cahaya di tengah kegelapan.
“Di era ketidakpastian liberalisme yang bekerja dalam ekonomi neo liberal, sangat individualis, buku ini menjadi pintu masuk memasuki perusahaan Gobel. Bagaimana Pancasila terwujud, lewat keadilan sosial,” ungkap dosen yang akrab disapa Abe.
Abe juga memanfaatkan momentum bedah buku untuk menyampaikan catatan penting agar dapat dimuat dalam karya selanjutnya. Mengenai perusahaan Gobel yang telah menerapkan manajemen Pancasilais patut menyampaikan kiat-kiatnya dalam pencegahan praktik korupsi.
“Setidaknya, pengamalan nilai-nilai Pancasila yang berhasil mencegah korupsi di dalam perusahaan, itu dapat menjadi contoh praktik bernegara dalam aspek pemberantasan korupsi.” Pungkas Abe.
Purnawirawan Jenderal, IGK Manila yang turut hadir dalam acara memberikan catatan penting bagi perusahaan dan industri yang bergerak di Indonesia. Ia berharap pengamalan nilai-nilai Pancasila di perusahaan Gobel dapat diterapkan di setiap industri. Sehingga, perekonomian tumbuh dalam bingkai ideologi Indonesia.











