MAROS, A1 MEDIA – Di bawah langit sederhana Warkop Djoeks, Jl. Azalea, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, sebuah sejarah baru terukir. Hari Sabtu, 10 Januari 2026, menjadi saksi pentingnya Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) pertama kalinya di tanah Butta Salewangang. Dengan tema “Bersama SMSI, Pers Kuat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, acara yang berlangsung dinamis ini kental dengan semangat perubahan, kolaborasi, dan komitmen terhadap eksistensi media siber di era digital.
Gema Pilihan Formatur Penuh: Cepat, Tangguh, dan Bersih
Dihadiri langsung oleh Ketua SMSI Sulawesi Selatan, Anwar Sanusi, didampingi Sekretaris H. Mappiar dan Wakil Ketua Iksan, Musyawarah ini menetapkan mekanisme pemilihan yang transparan. Dalam panduan yang disusun oleh Steering Committee (SC) yang diemban oleh Riyan RH, peserta sepakat memilih “formatur penuh” sebagai metode penentuan pengurus. Opsi ini, yang memberi keputusan mutlak tanpa perlu koreksi pleno, menjadi simbol kepercayaan kolektif terhadap proses demokratis yang efektif.
“Pemilihan formatur penuh ini bukan sekadar angka, tapi simbol kebersatuan, Ini kemenangan rakyat di tengah otoritas,” ujar Iksan dalam sambutannya, senyumnya menerawang antusiasme para jurnalis yang hadir.

Kecepatan dalam Kepemimpinan: Proses Kilat Berujung Mufakat
Tidak sampai di situ. Proses pemilihan ketua mewarnai agenda ini dengan kejutan. Dalam Sidang Pleno III, tiga nama—Harmin, Bahar, dan Mansyur—merahasiakan ambisi mereka hingga momen krusial. Verifikasi administrasi memastikan ketiganya memenuhi syarat, namun suasana berubah saat tim formatur masuk ke skorsing satu jam. Namun yang mengejutkan, pembahasan hanya memakan waktu kurang dari sepuluh menit.
“Ini bukan kebetulan. Ini hasil dari kepercayaan yang sudah terbangun selama ini,” ungkap Riyan RH, menjelaskan efisiensi tanpa kompromi.
Harmin Thomaru: Visi untuk Negeri yang Lebih Cerdas
Saat Hamim Thomaru, SE., MM, terpilih sebagai Ketua SMSI Maros Periode 2026-2029, Warkop Djoeks diliputi ketenangan dan optimisme. Dalam sambutan pertamanya, ia berdiri tegak, tangan terkepal, lalu memohon doa. “Saya menerima amanah ini dengan kerendahan hati. Besar SMSI di Maros tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Butuh tangan semua pemilik media,” katanya, disambut tepuk tangan yang memecah keheningan.
Abhel terpilih sebagai Sekretaris dan Mansyur sebagai Bendahara, membentuk triad strategis yang siap mengemudikan perahu SMSI Maros. Dalam pidato singkatnya, Harmin fokus pada tiga pilar: profesionalisme, sinergi, dan kemandirian ekonomi.

Masa Depan Media Siber di Maros
Bagi warga Maros, Musyawarah ini adalah penegasan bahwa di tengah era disrupsi informasi, komunitas media siber lokal tetap relevan dan kuat. Dengan Harmin di depan, harapan terarah: media tidak sekadar memproduksi berita, tetapi menjadi penggerak ekonomi berdaulat melalui kerja sama antara pemilik media, komunitas, dan pemerintah daerah.
“Kami tidak bisa hanya menjadi penonton dalam perubahan. Kami harus menjadi arusnya,” tukas Harmin, menyiratkan amanat yang lebih luas.
Di luar Warkop Djoeks, matahari semakin tinggi. Namun, di dalam ruangan, semangat musyawarah yang diwarisi dari tradisi Nusantara tetap mengalir: kebersamaan sebagai jantung kemajuan. Untuk SMSI Maros, ini bukan akhir. Ini cuma permulaan dari narasi baru.











